Semakin
banyak yang kupikirkan, semakin sulit untuk memulai tulisanku. Semua tentangmu,
tentang kita berdua, pikiranmu, pikiran kita berdua, dan makna cinta yang
semakin ku cari malah tak mampu kumengartikannya. Ketakutanku akan kehilangan
dunia yang kini kutemukan membuatku tak berani melangkah dan menancapkan hati
pada seorang pria. Bahkan ketika kutemukan pria itu, bermacam prasangka
menghunjamku tanpa ampun. Aku berlari dan menepi, aku tertawa dan melupa. Aku
ingin bermain bersama, membuat segalanya tampak mudah dan menggembira. Tapi
ketika ku menoleh ke arahmu. Kau mulai terdiam dan menyudutkanku. Kau seolah
berhenti.
Ini
memang sangat menyebalkan dan menyiksa. Aku tampak sangat bodoh dan jahat.
Tapi, andai Ia tahu. Aku sungguh ingin berlabuh
No comments:
Post a Comment