Sunday, 22 February 2015

end of 2014



Semakin banyak yang kupikirkan, semakin sulit untuk memulai tulisanku. Semua tentangmu, tentang kita berdua, pikiranmu, pikiran kita berdua, dan makna cinta yang semakin ku cari malah tak mampu kumengartikannya. Ketakutanku akan kehilangan dunia yang kini kutemukan membuatku tak berani melangkah dan menancapkan hati pada seorang pria. Bahkan ketika kutemukan pria itu, bermacam prasangka menghunjamku tanpa ampun. Aku berlari dan menepi, aku tertawa dan melupa. Aku ingin bermain bersama, membuat segalanya tampak mudah dan menggembira. Tapi ketika ku menoleh ke arahmu. Kau mulai terdiam dan menyudutkanku. Kau seolah berhenti.
Ini memang sangat menyebalkan dan menyiksa. Aku tampak sangat bodoh dan jahat. Tapi, andai Ia tahu. Aku sungguh ingin berlabuh

No comments:

Post a Comment