Wednesday, 23 November 2016

Cikarang 2 Agustus 2016



Secangkir air mineral ini menemaniku sepanjang hari, yah berbeda dengan kebanyakan orang yang dengan mantap menceritakan secangkir kopi atau memilihnya sebagai teman ketika sedang bekerja keras memeras otak menuangkan buah pemikiran. Aku justru memilih si jernih ini. Bukan tanpa sebab tapi darinya kisahku ini bermulai.
“Hentikan bualannmu ! Ini hanya akan menjadi racun bagimu. Bukankah kau sedang berusaha untuk bangkit dan sadar. Apa kau sedang berdiplomasi dengan pikiranmu? Berdamai dengan hal-hal yang selama ini kau yakini? Ah, mengaku saja. terlihat jelas di wajahmu. Ada ruang kosong terpancar di matamu. Mengiba untuk diisi. Untunglah kau makhluk yag tak akan memilih cara murahan. Mengabdi pada pemikiranmu. Menghamba pada Tuhanmu.”
“Sungguh ini bukan lelucon. Apa kau anggap pengharapannya, mimpi dan rencana-rencana besarnya semata bukan karenamu."


Cikarang 2 Agustus 2016
Satu kisah berakhir, kisah lain dimulai.

Thursday, 17 September 2015

CARA UNIK MENGUNGKAPKAN PERASAAN



Bingung cara mengungkapkan perasaan karena kamu malu? Mendadak gagap? Atau gak bisa merangkai kalimat romantis? It’s so easy if you know many ways to make your partner melt. Salah satunya adalah dengan mengirim surat. Yes it!! Kuno?? So why?? Justru ala kuno seperti inilah yang akan membuat pasanganmu makin jatuh hati. Saat ini kita hidup pada zaman dimana segala sesuatunya dilakukan dengan digital termasuk bertukar pesan. Ini membuat cara-cara lama dinilai kurang efisien, terlalu kuno dan akhirnya terlupakan. Oke, untuk urusan bisnis pemikiran demikian sangat dianjurkan. Tapi ini cinta. Apakah cinta bisa disamakan dengan bisnis? Untung atau rugi? Mendahului atau tertinggal? Tidak. Karena perasaan itu tidak mengenal saya, anda, kalian, dan mereka. Cinta mengenal kita dan kami.


Banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan dari menulis surat salah satunya adalah menjadikan dia yang spesial. Betapa spesialnya orang yang kita kirimi surat daripada sekedar mengirim pesan lewat media? Betul. Mengirim surat itu membutuhkan kerepotan lebih dari digital messages. Mulai dari menyiapkan kertas dan alat tulis, kalimat-kalimat yang lebih panjang dan deskriptif, juga waktu. Iya untuk apa kita repot-repot nyiapin surat kalo bukan untuk seseorang yang spesial? Bagi kamu yang kurang bisa merangkai kalimat indah, meskipun isinya hanya kalimat “Aku sayang kamu” tetapi responnya akan berbeda jika kita mengirim hanya lewat surat.


Media menulis surat bukan Cuma kertas. Kamu bisa menggunakan cermin, iya cermin. Tiup dan beri uap pada cermin yang sering pasangan kamu pakai lalu tuliskan kalimat romantis kemudian tunggu hingga si dia membacanya. Meski kadang ada beberapa orang yang kurang ekspresif tapi dapat dipastikan jika dia membacanya it’s make him/her fly. Gak percaya? Coba saja.

Sunday, 22 February 2015

end of 2014



Semakin banyak yang kupikirkan, semakin sulit untuk memulai tulisanku. Semua tentangmu, tentang kita berdua, pikiranmu, pikiran kita berdua, dan makna cinta yang semakin ku cari malah tak mampu kumengartikannya. Ketakutanku akan kehilangan dunia yang kini kutemukan membuatku tak berani melangkah dan menancapkan hati pada seorang pria. Bahkan ketika kutemukan pria itu, bermacam prasangka menghunjamku tanpa ampun. Aku berlari dan menepi, aku tertawa dan melupa. Aku ingin bermain bersama, membuat segalanya tampak mudah dan menggembira. Tapi ketika ku menoleh ke arahmu. Kau mulai terdiam dan menyudutkanku. Kau seolah berhenti.
Ini memang sangat menyebalkan dan menyiksa. Aku tampak sangat bodoh dan jahat. Tapi, andai Ia tahu. Aku sungguh ingin berlabuh

Saturday, 21 February 2015

Saat ada yang nyaman tapi masih mengharap yang lebih?

how can i say to you?
gak bisa bayangin bila nanti aku harus menghabiskan sisa hidup bersamamu, when i see your eyes i can't hide it. it's so much hurt for you. kamu baik. sangat. tapi untuk berlama-lama duduk bersamamu aku harus bertahan dengan tawa seadanya, marah seadanya, dan berusaha untuk membuat segalanya asyik sendiri.
ada hal-hal yang bisa menutupi kekurangan fisik, selain potensi ialah sebuah rasa. dimana aku bisa bicara banyak hal, menertawakan setiap kesulitan, dan menganggap wajar setiap kejadian yang 'nyaris'.
kamu sangat baik hingga aku tak dapat menemukan sisi berbahaya yang sering kurindukan.
bukankah itu yang dicari setiap wanita matang?
mungkin.
aku akan sangat beruntung jika bersamamu dalam 2 hal. kemampuan dan keakuan. tapi aku kehilangan satu hal yang membuatku hidup. warna.
aku sangat takut untuk kehilangan indahnya sensasi yang kini kutemukan setelah bertahun-tahun. bagaimana aku harus rela melepas semuanya hingga aku menyerahkan kehidupanku yang mungkin masih banyak peluang untuk bisa mempertahankan segalanya dan  masih tetap bisa bersama yang terbaik yang kini ada pada dirimu?
sunggguh egois!
memang.
tapi apa aku salah?
membiarkanmu asyik dengan segala pradugamu tentang hatiku yang mungkin sesungguhnya hanya pengertianmu saja. membiarkanmu menunggu segala yang mungkin kuartikan semu. membiarkanku terus bertualang dan menikmati kehidupanku tanpa mau dikekang sedikitpun. membiarkanku membuka lebar hatiku untuk mempersilahkan siapa saja mendapat peluang.
menyedihkan!
memang.
salah!
mungkin iya.
enyah saja!
baiklah, dan membiarkan kau terluka, pergi dan mencari penggantiku.
itu lebih baik, daripada kau yang tak jelas.
kalau begitu aku akan jujur padanya. biar tahu. terluka. dan tak hidup dalam bayang-bayang harapan yang mungkin tak kan pernah terjadi.

Wednesday, 14 January 2015

Puisi karya teman : PELANGI TIGA WARNA




Haiiii ^^ kali ini aku mau posting tulisan temenku. Tulisannya bagus, dan jarang sekali aku nemuin dia dalam keadaan sadar seperti itu. Haaahaa *sorry beib. Dan sayang kalo musti dibiarkan saja, terlipat diantara kertas tagihan dan bon belanja, lalu berbalut debu dan termakan waktu. Tanpa ada penghargaan atas buah pemikiran yang …. gue rasa punya taste sendiri.

Disini menceritakan tiga orang yang berbeda. Sebuah hubungan yang penuh warna, dikemas dalam bahasa yang ringan tapi punya rasa yang berat. Kamu pasti bisa rasain deh, sensasi yang menggantung dan tak ingin berakhir. Apalagi kalo kamu juga tau siapa aja tokoh yang ada dalam tulisan ini pasti lebih ngena. Well, let’s read this….



Aku …. Ia kamu!!!


Lelah yang aku rasa berkeliling di fatmorgana dunia ku sendiri sampai engkau datang menghampiri dan menjemputku, membawaku ke jalan yang tak pernah kulewati…


Semakin lelah tak tertahan hingga singgah di sebuah ruang kotak berhembus angin (kipas angin) tanpa sadar aku terlelap….


Dan tersadar kamu mengecup dengan lembut tanpa dosa


Bodohnya aku terdiam dan terpaku


Tanpa kusadari semakin lembut kamu mengecup semakin hanyut dalam ruang kotak…


Dan aku sadar apa yang aku lakukan…


Kamu yang paling lembut diantara angin yang berhembus 5cm



Bee … and mee!!!

Waktu …

Waktu …

Dan waktu …

Bee adalah bee

Kicauan yang bee keluarkan dari setiap kata …

Sangat sederhana dan terkadang brutal tak terduga … mee adalah mee tak mungkin bersatu bee dan mee

Semua hanyalah kicauan yang datang tak terduga … tak seperti burung yang selalu berkiau di pagi hari

Dan tak seperti merpati pengantar pesan …

Hmmm bee … ???

Tanpa alasan yang jelas mee … miss u



Ay ay yank???


Seperti pagar yang selalu berdiri tegak di sisi-sisi rumah tanpa ay sadari semuanya hanyalah pagar …


Hmmm yank???


Seperti jalan tol tak pernah terhambat kemacetan namun akhirnya pergi dan memilih jalan lain …


Maaf … & terimakasih …