Thursday, 6 November 2014

Cerpen : Beautifull Mess (part 2 : tiga detik)

Continue from Beautifull Mess part 1

Satu minggu reset berjalan dengan lancar, cukup mudah menciptakan moment tiga detik. Salah satu teori yang kupelajari dari buku psikologi bahwa "tatapan mata lebih dari tiga detik menandakan ada sesuatu yang tersirat." Meski pengertiannya masih ambigu dan begitu jamak, aku sepenuhnya yakin. Itulah yang membuatku tentunya berusaha untuk membuat tiga detik itu adalah chemistry yang meletup-letup dikemudian hari, menyebarkan virus mematikan, yang kunamai itu dengan "kerinduan." Tatapan tiga detik ini hanya pintu kilat, tak begitu memakan waktu, tak perlu persiapan matang, dan tak harus terjadi kerap kali. Tapi dengannya kamu berhasil mengunci perhatian, dengannya kamu berkesempatan untuk masuk ke bagian terdalam dari memori bawah sadarnya, karena tiga detik adalah pintu utama untuk menciptakan kenangan.

"Shodaqollohul'adziiim." Al Waqi'ah ku akhiri dengan keyakinan bahwa hari ini akan ada kebahagiaan baru, seperti hari-hari sebelumnya bersama Al Waqi'ah.

"Masih pukul 05.00 pagi"
Aku bergegas, dengan alas kaki berwarna putih, kolor putih, kaos oblong biru size L yang mengungkung sisi kewanitaanku, dan tentu saja bersama bando putih kesayangan.

"Sudah hampir tiba, aku harus cepat. perjalanan kesana hampir 30 menit." Gumamku.

"Fit, mau kemana? Masih gelap tau, dingin pula. Kita orang baru disini, ntar ada apa-apa lagi."
Elia memang sahabat yang paling bisa mengekspresikan sikap. Darinya aku banyak belajar tentang bagaimana cara memperlakukan orang, sampai sekarang pun aku masih belum bisa seluwes dia.

"Mau ikut? Aku pengen liat sunrise deket tebing sana. gak jauh dari sini. Bukankah kita gak boleh melewatkan sejengkalpun keindahan di sini? Membuat kenangan terindah dimanapun."
Elia kembali menatapku nakal.

"Aku ikut atuh, aku gak rela kalian menikmati kebahagiaan tanpa aku."
Sam muncul dengan kharisma gunung es-nya, tapi sesungguhnya kehangatan cinta sahabat yang logis tersimpan di dalamnya.Ia mampu mengatakan hal paling menyakitkan pada sahabat yang sedang dirundung awan kelabu tapi pada saat yang sama kata-katanya mampu membius neuron, menjalar sampai hipocampus, dan mempengaruhi sistem limbik yang pada saat itu mati. Sehingga air mata itu berubah menjadi tangis kesadaran dan kekuatan untuk membangun kembali benteng perlindungan yang sempat runtuh, menghidupkan kembali logika yang sempat lumpuh.

"Ikut dong!!!" Pria baby face tak pernah mau ketinggalan acara trio chibi (chibi istilah cewek-cewek yg menyebut dirinya imut kayak cherry belle)

Kemudian turut juga Arif juragan sale, si Dokter Gila dan Ustadz ciAkar. Perjalananku semakin ramai, dan tentunya penuh dengan petualangan yang tak terlupakan.



05.17 WIB
Satu
Dua
Tiga
Aku memejamkan mata dan membiarkan angin berusaha mengusap pipiku, aku rela mentari membelaiku dengan hangat, dan ku pasrahkan embun kini mencium bibirku, lumer, dan melebur bersama harapanku yang mungkin saja tak kan pernah terjadi sampai akhir bulan ini. Februari 2012.

Satu
Dua
Tiga
Bahkan lebih, Ia terus menatapku sampai mataku terbuka dan aku membiarkan pandangannya leluasa menggerayangi setiap jengkal wajahku.

"Lagi ngapain?"
Pria baby face itu heran melihat tingkahku. Aku hanya tersenyum, membiarkannya asyik memikirkan segala kemungkinan jawaban yang kuberi.
"Pinjem sweater-nya ya, dingin."
"Boleh, kasihan kamu. kenapa tadi gak bawa?"
"Biar ada yang minjemin."Godaku.
Ini bukan trik, tapi sifat alamiah setiap wanita. Ia bisa saja menggoda pria tanpa cara-cara murahan, hanya perlu latihan.
"Eh, foto-foto dulu dong. Biar kita pamerin sama yang lain. Lagian salah mereka gak mau bangun pagi." Elia seperti biasa dengan sisi be exist'nya
"Siaaap!!! aku kan selalu bawa kamera." Sam tak kalah sigap.
"Terus siapa yang mau ng'shot?" Elia tak mau ada satu pun gambar terlewat oleh dirinya.

Tanpa komando 6 pasang mata manusia segera menyudutkan satu pasang yang lain, pak Ustadz seolah terdakwa yang sedang menunggu palu hakim diketuk.
"Iya-iya, tapi gantian ya."
"Pak ustadz gak boleh foto, katanya mengurangi umur."
"Ustadz juga pengin narsis tau."

bersambung..... ^^

Wednesday, 29 October 2014

Lagu: Jason Mraz "I won't GIVE UP"

Kali ini aku akan membuat review tentang salah satu lagu favoritku, "I Won't Give Up" penciptanya Jason Mraz. Salah satu penyanyi yang membuatku percaya, bahwa Tuhan hanya sejauh Do'a, bahwa dalam setiap kekurangan tersimpan kekuatan besar untuk memberi bahkan jauh lebih besar daripada dalam diri mereka yang terlihat kaya, bahwa selalu ada jalan untuk mereka yang tak berhenti berjuang
Kita hanya perlu yakin, bahwa Tuhan akan selalu menolong hamba-Nya. Bahkan dengan jalan yang tak diduga. Tuhan selalu memberikan jawaban atas semua pertanyaan, kita hanya perlu berusaha mencari dan berjalan pada jalur kanan. Jason juga mengajarkan kepadaku, bahwa keyakinan yang kuat akan melahirkan sesuatu yang berharga. Kita hanya perlu fokus, fokus, dan tetap melangkah. Seperti dalam lagu ini. I won't give up, aku tak akan pernah menyerah.
Jason mraz mengalami perjalanan spiritual yang sangat mengagumkan. Ia mempelajari berbagai macam Agama dan pada akhirnya Ia mengakui hanya ada satu Tuhan. dan Tuhan dalam agama manapun selalu mengajarkan kasih sayang. Aku gak menyebutkan Agama apa yang Ia anut, aku sangat menghargai pemikirannya mengenai cinta kasih. Jason Mraz adalah artis yang mempesona, pemikirannya sangat sexy ""menurutku

simak ya.........

I WON'T GIVE UP

When i look into your eyes,
it's like watching the night sky or beautiful sunrise.
There's so much they hold. And just like them old stars.
I see that you've come so far, to be right where you are, how old is your soul?
Saat ku tatap matamu, seperti melihat langit malam atau indahnya matahari terbit? Banyak arti dari keduanya. Begitupun bintang-bintang di atas sana. Kulihat tlah kau tempuh perjalanan panjang, tuk sampai d tempatmu. Berapakah umur jiwamu?
===(ini first sight'nya tokoh dalam lagu. But at that time, main character was knew that she is look mature. Ada kata "you've come so far to be right where you are. And than He ask her, "how old is your soul?")


I won't give up on us, even if the skies get rough.
I'm giving you all my love. I'm still looking up.
Aku takkan berhenti berusaha, meskipun langit mulai runtuh. 
Ku beri kau seluruh cintaku. Aku masih tetap melangkah
===(from that sentences is was clear. Pantang menyerah for hold on his feeling)

And when you're needing your space to do some navigating.
I'll be here, patienly waiting to see what you find.
Dan saat kau ingin sendiri untuk bertualang. 
Aku kan disini, sabar menunggu untuk melihat apa yang kau temukan.
===(i think, it's doesn't mean that He will waiting just for love n ego. It's about patienly not stubborn, because He said "patienly waiting to see what you find" doesn't about have and owned)

'Cause even the stars they burn, some even fall to the earth.
We got a lot to learn, God know we're worth ih...No, I won't give up
Karena meskipun bintang-bintang terbakar, bahkan jatuh ke bumi. 
Kita mendapatkan banyak pelajaran, Tuhan tahu kita layak menerimanya. Tidak, aku tidak akan menyerah. 
===(Inilah tentang mengambil hikmah dalam setiap kejadian, bahkan kejadian terburuk yang sulit diterima.Tuhan tau yang terbaik)

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
aku tidak ingin menjadi seseorang yang pergi dengan mudahnya
aku disini untuk berdiri dan membuat perbedaan yang bisa aku buat
perbedaan kita banyak mengajarkan kita bagaimana untuk menggunakan
alat (duniawi)  dan karunia yang kita dapatkan, yaa, sudah banyak yang kita pertaruhkan
==(this discussion is very long, about his intend and his doubtless. Come and go easily, is not fair. So, He has different semampunya sebisanya. Because Dia percaya perbedaan akan mengajarkan banyak hal,apalagi after lot at stake. Entah itu waktu, pikiran dan perasaan)

And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am
dan pada akhirnya, kau tetap teman ku setidaknya kita telah berniat
untuk menjaga hubungan kita agar tidak berakir, kita tidak akan terbakar
kita sudah belajar bagaimana untuk membungkuk tanpa mengalah pada dunia
aku sudah mempelajari apa yang aku dapat, apa yang tidak, dan siapa aku
===(meskipun pada akhirnya tak sejalandengan apa yang diharapkan setelah berusaha,setidaknya kita bisa menjadi teman. Kita takkan hancur, karena kita telah belajar banyak selama kita bersama. Mengenali diri sendiri, hingga dapat mengatasi segalanya sendiri)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up.
aku tidak akan menyerah pada (hubungan) kita
sekalipun jika langit runtuh
aku berikan semua cintaku
aku akan tetap mencari

Well, I won't give up on us (no I'm not giving up)
God knows I'm tough enough (I am tough, I am loved)
We've got a lot to learn (we're alive, we are loved)
God knows we're worth it (and we're worth it)
aku tidak akan menyerah pada hubungan kita (tidak, aku tidak menyerah)
Tuhan tau aku cukup  kuat (aku kuat, aku mencintai)
kita sudah banyak belajar (kita hidup, kita mencintai)
Tuhan tau kita layak (dan kita layak)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up.
aku tidak akan menyerah pada hubungan kita
sekalipun jika langit runtuh
aku berikan semua cintaku
aku akan tetap melihat ke atas

Setiap kali aku kehilangan semangat lagu ini memberikan atmosfer baru dalam jiwaku...mirip seperti ketika aku membaca surat Al Insyirah.

Saturday, 5 July 2014

PESIMIS : coretan kecil malam ini

Aku sadar betul dengan keadaanku, kekuranganku, juga kelebihanku. Meski kadang hatiku berteriak, memohonkan pada yang lain. Tolong...tolong "kenali aku dulu, hakimi aku kemudian." tetapi aku sadar diri. Salah bila aku menyandarkan harapan pada sesama makhluk, karena sesungguhnya Alloh'lah tempat sebenar-benarnya berharap. Sedang kami manusia adalah kaum yang selalu ingin dimengerti. Kaum yg selalu berharap untuk kesempurnaan. Aku mencoba untuk bersikap bijak dan berpikir sederhana. Setiap manusia dilahirkan membawa takdirnya masing-masing. Mungkin ini adalah jalanku untuk menemukan takdirku. Aku akan bertemu dengan beberapa orang yang menjadi takdir orang lain sebelum akhirnya aku dipertemukan dengan takdirku.

Tuesday, 13 May 2014

Cerpen : BEAUTIFULL MESS (part 1: keindahan dimana-mana)



Aku datang dengan sejuta harapan. Bahwa ketika aku pulang, Ia kan kembali menerimaku. Meski ku tahu, tak ada lagi cinta maupun ego. Hanya harapan mempertahankan apa yg telah kita bangun bersama, setahun lamanya. Aku datang berbekal sepi, sepi yang mengiring semenjak 5 Ramadhan tahun itu. Berharap ketika ku pulang, Ia kan menjemputku dengan senyum, seperti saat Ia mengantarkanku ke muka halaman. Dulu…. Aku datang, dan tak sedikitpun  terbersit, bahwa aku kan mengerti tentang kejujuran, kebijaksanaan, dan ketulusan.

Kami sedang berkumpul di depan kantor Bupati Ciamis, menunggu jam keberangkatan ke Sukadana (dan sekarang aku tinggal di Sukadanau). “ini saatnya kita mempraktekkan buku-buku psikologi itu.” Kataku kepada sahabat terbaikku. Elia Nurhaeni.


“Benar, mereka adalah target kita selanjutnya. Dari wajah-wajahnya, mereka itu …..” Elia mengerutkan kening, menyangga dagunya dengan kepalan tangan kiri seolah Ia adalah sang bijak yang galau mempertimbangkan sesuatu, kemudian ia memegang kening dan pelipis bagai seorang pemikir yang sedang berpacu keras memutar otak. Belum sempat Ia menyampaikan hasil kerja kerasnya, aku segera mengalihkan perhatiannya.


“Ada pemandangan indah………”*


“Mana-mana?” Elia girang.


“Itu yang sedang duduk di dalam elf”


“Bukannya itu elf kelompok kita? Asik, sepertinya satu bulan ke depan bakalan seru nih”


“Nanti malam kita cari tahu tanggal kelahiran mereka, pura-puranya buat data anggota. Terus jadi bahan pustaka kita.” 

“Rencana hebat!!”Elia memandangku seperti seorang pemburu yang menemukan magsanya. Menurutku bahasa tubuh seperti inilah yang mengasyikan. Hanya pandangan mata, bahasa terindah tanpa suara berjuta makna. 

Kami melanjutkan perjalanan, dengan seribu harap dan iringan tawa penuh dahaga akan pengetahuan. Pengetahuan akan keunikan setiap pribadi, misteri yang selalu mengusik hati kami. Kami selalu percaya, bahwa setiap manusia adalah pribadi terbaik yang perlu dikenali. Melalui pengenalan inilah kami bisa mengetahui bagaimana harus berhubungan dengan mereka, meski terkadang kami belum mampu mencapai tahap itu setidaknya kami menjadi lebih bisa meredam emosi. Pengetahuan ini yang banyak orang sebut sebagai Psikologi, tetapi aku lebih senang menyebutnya sebagai "Beautifull Mess". Ketika kami mempelajarinya kami dapat melihat keindahan dimana-mana, di setiap tempat, peristiwa,pelaku, dan penikmat. Keindahan saat di cemooh oleh mereka yang mestinya kita kasihi, keindahan saat memberi kepada mereka yang kekurangan, keindahan saat melangkahkan kaki dalam mencari penawar atas dahaga pengetahuan, keindahan saat mampu menertawakan kesalahan diri, keindahan ketika menghapus tangis sesama teman, dan keindahan saat di masa depan begitu terkenang.

 

Kupandangi rumah tua itu. "Cukup" Dalam pikirku. Aku bisa menjadikannya bagian dari hidupku sebulan ke depan. Memulai yang baru lebih mudah daripada memperbaiki apa yang telah retak.

(bersambung)



*istilah yang sering kita pakai untuk menyebut keindahan rupa lawan jenis.
 

Sunday, 20 April 2014

Sugesti : MEMPERTAHANKAN KOMITMEN (be a different)

Aku memulainya dengan "Basmallah". Mengumpulkan kesadaran diri dan membentuknya menjadi kekuatan untuk mempertahankan komitmen yang mengawiniku sejak juli 2012. Ku tatap mentari pagi ini. Hangat. Kupikir sebentar lagi akan menjadi panas. Akibat stelan warna gelap yg kupakai, jaket parasut dan reaksi kimia yg terjadi karena aktifitas yang segera akan ku kerjakan. Aku tersenyum kepada mereka yang kutemui di jalan. Aku bersenandung ria bersama peri cantik dan melirik genit kepada langit, kepada mentari, kepada awan, kepada burung-burung, dan kepada DIA yang ku rindukan. Terkadang aku pun harus bersikap masam kepada mereka yang memandangku dengan tidak hormat, dan mereka yang memanggilku dengan tidan santun. Sedari itu, aku terus mengayuh. Berpikir hal-hal yang membuatku setia pada komitmenku.

Di setiap perjalanan, akan selalu ada rintangan. Seperti yang ku temui. Jalanan becek, lubang-lubang tak beraturan, kerikil tajam, tanjakan terjal, turunan curam ...belum lagi udara yg tak bersahabat entah itu karena polusi atau cuaca yg tak mendukung. Kemungkinan ban bocor, dan badan kurang fit. :( Semua harus kulewati agar aku sampai ke tempat kerja.
Maju teruss !! (kataku) Meski harus menurunkan kecepatan dan sepeda harus ku tatih. Tertinggal sedikit dari yg lain lebih baik daripada harus berhenti di tengah jalan lalu terlindas oleh mereka yg ganas. Tetaplah mengayuh lakukan yang terbaik yang aku bisa !! Ini hanya awal dari perjalananku, jangan hiraukan mereka yang kerap kali mengejek. Mereka hanya tak tahu bagaimana harus berbuat. Mereka hanya kurang belajar untuk berbicara lebih baik, atau mungkin mereka miskin perbendaharaan kata?? Entahlah, aku tak mau berpikir yang tak baik terlalu jauh.

Aku merasa senang kepada bapak berseragam yang kutemui setiap pagi. Di sepanjang jalan Kalimalang dan jalan Maspion. Aku tahu, mereka tidak memandang rendah diriku karena berbedanya aku dengan mereka yang lain. Tanpa ku sadari, senyum, acungan jempol, dan sapaan mereka memberiku semangat untuk terus mengayuh. Aku senang menjadi berbeda, meski harus ku telan tuntutan selembar kertas yang kuterima 19 September 2013 lalu. Karena komitmenku lebih kuat dari apapun yang mungkin merusaknya. Jika usaha ku belum membuahkan hasil, kerjaku belum memberi keuntungan yang ku harapkan, atau mereka yang ku kenal tak membuatku lebih tenang, aku harus mengingat kembali tujuan utamaku berada di sini. Alasanku meninggalkan keluarga, dan berapa lama aku harus memegang teguh apa yang kuyakini.

Aku mungkin terlihat kalah dan sial di mata mereka yang membandingkanku dengan yang lain. Tetapi aku yakin, aku berhasil dan beruntung. Jika pun harus ada perbandingan agar mereka mau menelan semua pemikiranku, aku akan membandingkan dengan mereka yang memulai start bersama denganku dan dengan mereka yang berada di kelasku. Jika nilai nominal yang kuterima jauh dari kriteria kemenangan,  aku harus yakin nilai kesempatan yang sedang ku kumpulkan lebih dari cukup untuk menunjukkan kejayaanku di masa mendatang yang tak mereka ketahui. Aku berusaha mengobati sakitku sendiri, mengadu pada Tuhan, dan Menggantungkan pada kemampuanku. Meski kadang aku harus menutup telingaku, melindungi pikiranku dari segala hal yang akan membuatku sedih.

Komitmen juga memberiku kekuatan. Tidak peduli apa pun yang ku hadapi, sakit, kemiskinan, atau
bencana, aku tidak akan teralih dari tujuanku.

Friday, 11 April 2014

Fitri Susanti dalam sebuah NAMA

Jum'at, 11 April 2014

Kuputuskan untuk merubah sesuatu yang lebih dari setahun ini menyertaiku. Sebuah nama yang kerap memberi afirmasi dalam memori bawah sadarku. Memaksa Tuhan untuk berpihak dan mewujudkan apa yang ku inginkan. Memang telah lama ku pikirkan hal ini, mencari kesempatan yang datang tanpa perlu ku pertaruhkan sejumlah rupiah sepeserpun dalam pelaksanaanya. Aku pun sedikit terpengaruh oleh pesan yang disampaikan "Andy" dalam acaranya di salah satu stasiun swasta. "Jika nama yang kamu pakai sekarang ini tidak mengantarkanmu pada kesuksesan, mungkin sebaiknya kau ubah saja. Barangkali dengan begitu, jalan hidupmu kan berbeda."

Pada akhirnya, sampai ku pada sebuah Do'a yang ku panjatkan tanpa lelah dan bosan. "kaktus ku kan berbunga"