Wednesday, 23 November 2016

Cikarang 2 Agustus 2016



Secangkir air mineral ini menemaniku sepanjang hari, yah berbeda dengan kebanyakan orang yang dengan mantap menceritakan secangkir kopi atau memilihnya sebagai teman ketika sedang bekerja keras memeras otak menuangkan buah pemikiran. Aku justru memilih si jernih ini. Bukan tanpa sebab tapi darinya kisahku ini bermulai.
“Hentikan bualannmu ! Ini hanya akan menjadi racun bagimu. Bukankah kau sedang berusaha untuk bangkit dan sadar. Apa kau sedang berdiplomasi dengan pikiranmu? Berdamai dengan hal-hal yang selama ini kau yakini? Ah, mengaku saja. terlihat jelas di wajahmu. Ada ruang kosong terpancar di matamu. Mengiba untuk diisi. Untunglah kau makhluk yag tak akan memilih cara murahan. Mengabdi pada pemikiranmu. Menghamba pada Tuhanmu.”
“Sungguh ini bukan lelucon. Apa kau anggap pengharapannya, mimpi dan rencana-rencana besarnya semata bukan karenamu."


Cikarang 2 Agustus 2016
Satu kisah berakhir, kisah lain dimulai.

No comments:

Post a Comment