Aku mencoba tak acuh pada ke-aku-an-mu. Pesona
kepribadianmu, sikapmu, seleramu, dan kehidupanmu. Semuanya sungguh menarik dan
mampu membuat limbik-ku segera menguasai segala yang kusebut dengan sistem
organ. Kau adalah rimba yang menyimpan keliaran berbalut tantangan. Rimba yang
ku impikan. Lolongan serigala saat malam purnama sebagai tembang nestapa yang
menggita dari lubuk hati sang perindu, ancaman mereka yang siap menerjang,
intaian dari yang melata, juga balutan kabut penuh aroma mistik. Aku melihat
keluguan setangkai putri malu tak terjamah, anggrek liar yang kian bersemi, dan
serumpun bunga Lily di tepi jurang. Aku
mendengar bisikan angin yang sampaikan kerinduan alam pada pengelana. Kesejukkan
yang hilangkan segala dahaga akan petualangan. Bisa kau bayangkan apa yang
kulihat saat ini? Kegilaan yang terkungkung nilai sosial seorang wanita.
Ketakutan. Keliaran. Keluguan. Gairah yang menyala. Petualangan dan cinta yang
penuh kejutan. Semua menjelma dalam batas ke-aku-an-ku, menggila di dalamnya
namun redam dalam sikap. Kau adalah rimba tropis berbalut kabut yang biaskan
pandangan setiap petualang. Kau adalah kicau burung hantu saat yang melata
memadu kasih. Kau adalah anggrek liar yang tumbuh berdampingan dengan sangkar elang.
Bisa kau bayangkan betapa gilanya aku saat ini?
No comments:
Post a Comment