Tuesday, 13 January 2015

Penasaran pada seseorang yang baru dikenal



Aku mencoba tak acuh pada ke-aku-an-mu. Pesona kepribadianmu, sikapmu, seleramu, dan kehidupanmu. Semuanya sungguh menarik dan mampu membuat limbik-ku segera menguasai segala yang kusebut dengan sistem organ. Kau adalah rimba yang menyimpan keliaran berbalut tantangan. Rimba yang ku impikan. Lolongan serigala saat malam purnama sebagai tembang nestapa yang menggita dari lubuk hati sang perindu, ancaman mereka yang siap menerjang, intaian dari yang melata, juga balutan kabut penuh aroma mistik. Aku melihat keluguan setangkai putri malu tak terjamah, anggrek liar yang kian bersemi, dan serumpun  bunga Lily di tepi jurang. Aku mendengar bisikan angin yang sampaikan kerinduan alam pada pengelana. Kesejukkan yang hilangkan segala dahaga akan petualangan. Bisa kau bayangkan apa yang kulihat saat ini? Kegilaan yang terkungkung nilai sosial seorang wanita. Ketakutan. Keliaran. Keluguan. Gairah yang menyala. Petualangan dan cinta yang penuh kejutan. Semua menjelma dalam batas ke-aku-an-ku, menggila di dalamnya namun redam dalam sikap. Kau adalah rimba tropis berbalut kabut yang biaskan pandangan setiap petualang. Kau adalah kicau burung hantu saat yang melata memadu kasih. Kau adalah anggrek liar yang tumbuh berdampingan dengan sangkar elang. Bisa kau bayangkan betapa gilanya aku saat ini?

No comments:

Post a Comment