Continue from Beautifull Mess part 1
Satu minggu reset berjalan dengan lancar, cukup mudah menciptakan moment tiga detik. Salah satu teori yang kupelajari dari buku psikologi bahwa "tatapan mata lebih dari tiga detik menandakan ada sesuatu yang tersirat." Meski pengertiannya masih ambigu dan begitu jamak, aku sepenuhnya yakin. Itulah yang membuatku tentunya berusaha untuk membuat tiga detik itu adalah chemistry yang meletup-letup dikemudian hari, menyebarkan virus mematikan, yang kunamai itu dengan "kerinduan." Tatapan tiga detik ini hanya pintu kilat, tak begitu memakan waktu, tak perlu persiapan matang, dan tak harus terjadi kerap kali. Tapi dengannya kamu berhasil mengunci perhatian, dengannya kamu berkesempatan untuk masuk ke bagian terdalam dari memori bawah sadarnya, karena tiga detik adalah pintu utama untuk menciptakan kenangan.
"Shodaqollohul'adziiim." Al Waqi'ah ku akhiri dengan keyakinan bahwa hari ini akan ada kebahagiaan baru, seperti hari-hari sebelumnya bersama Al Waqi'ah.
"Masih pukul 05.00 pagi"
Aku bergegas, dengan alas kaki berwarna putih, kolor putih, kaos oblong biru size L yang mengungkung sisi kewanitaanku, dan tentu saja bersama bando putih kesayangan.
"Sudah hampir tiba, aku harus cepat. perjalanan kesana hampir 30 menit." Gumamku.
"Fit, mau kemana? Masih gelap tau, dingin pula. Kita orang baru disini, ntar ada apa-apa lagi."
Elia memang sahabat yang paling bisa mengekspresikan sikap. Darinya aku banyak belajar tentang bagaimana cara memperlakukan orang, sampai sekarang pun aku masih belum bisa seluwes dia.
"Mau ikut? Aku pengen liat sunrise deket tebing sana. gak jauh dari sini. Bukankah kita gak boleh melewatkan sejengkalpun keindahan di sini? Membuat kenangan terindah dimanapun."
Elia kembali menatapku nakal.
"Aku ikut atuh, aku gak rela kalian menikmati kebahagiaan tanpa aku."
Sam muncul dengan kharisma gunung es-nya, tapi sesungguhnya kehangatan cinta sahabat yang logis tersimpan di dalamnya.Ia mampu mengatakan hal paling menyakitkan pada sahabat yang sedang dirundung awan kelabu tapi pada saat yang sama kata-katanya mampu membius neuron, menjalar sampai hipocampus, dan mempengaruhi sistem limbik yang pada saat itu mati. Sehingga air mata itu berubah menjadi tangis kesadaran dan kekuatan untuk membangun kembali benteng perlindungan yang sempat runtuh, menghidupkan kembali logika yang sempat lumpuh.
"Ikut dong!!!" Pria baby face tak pernah mau ketinggalan acara trio chibi (chibi istilah cewek-cewek yg menyebut dirinya imut kayak cherry belle)
Kemudian turut juga Arif juragan sale, si Dokter Gila dan Ustadz ciAkar. Perjalananku semakin ramai, dan tentunya penuh dengan petualangan yang tak terlupakan.
05.17 WIB
Satu
Dua
Tiga
Aku memejamkan mata dan membiarkan angin berusaha
mengusap pipiku, aku rela mentari membelaiku dengan hangat, dan ku pasrahkan
embun kini mencium bibirku, lumer, dan melebur bersama harapanku yang mungkin
saja tak kan pernah terjadi sampai akhir bulan ini. Februari 2012.
Satu
Dua
Tiga
Bahkan lebih, Ia terus menatapku sampai mataku
terbuka dan aku membiarkan pandangannya leluasa menggerayangi setiap jengkal
wajahku.
"Lagi ngapain?"
Pria baby face itu heran melihat tingkahku. Aku
hanya tersenyum, membiarkannya asyik memikirkan segala kemungkinan jawaban yang
kuberi.
"Pinjem sweater-nya ya, dingin."
"Boleh, kasihan kamu. kenapa tadi gak
bawa?"
"Biar ada yang minjemin."Godaku.
Ini bukan trik, tapi sifat alamiah setiap wanita.
Ia bisa saja menggoda pria tanpa cara-cara murahan, hanya perlu latihan.
"Eh, foto-foto dulu dong. Biar kita pamerin
sama yang lain. Lagian salah mereka gak mau bangun pagi." Elia seperti biasa dengan sisi be exist'nya
"Siaaap!!! aku kan selalu bawa kamera." Sam tak kalah sigap.
"Terus siapa yang mau ng'shot?" Elia tak mau ada satu pun gambar terlewat oleh dirinya.
Tanpa komando 6 pasang mata manusia segera
menyudutkan satu pasang yang lain, pak Ustadz seolah terdakwa yang sedang
menunggu palu hakim diketuk.
"Iya-iya, tapi gantian ya."
"Pak ustadz gak boleh foto, katanya
mengurangi umur."
"Ustadz juga pengin narsis tau."
bersambung..... ^^
bersambung..... ^^
ceritanya keren :)
ReplyDelete